051108

November 7th, 2008 by dvii

Musim penghujan telah tiba dari balik jendela besar disudut ruangan kantorku tampak langit begitu gelap padahal waktu masih menunjukkan jam ½ 10 pagi, sesekali terlihat kilatan cahaya yang begitu menciutkan nyali disertai gelegar gemuruh yang menbuat sapapun pendengarnya merasa patut bersembunyi atau berhenti mengeluarkan kata. Ku putar lagu ditelingaku menyarukan suara gemuruh yang membuat konsentrasi selalu membuyar setiap kali suaranya melintasi ruangan membuat gema dan getaran yang begitu menakutkan seakan membuatku merasa sebaiknya aku naik kekasur, bersembunyi dibalik selimut dan menutup kelapaku dengan bantal.

Semua lebih tenang sekarang alunan lagu ini menenangkanku walau setiap kali ku arahkan mataku kearah jendela aku tau bahwa badai diluar sana belum usai. Tadi didalam sini dibelakang meja semua tampak tenang bagiku. Alunan lagu, sinar monitor dan pikiran yang terpaku membuat semua yang terjadi diluar sana seakan tak lagi berarti.

Tak banyak yang kukerjakan hari ini bahkan aku masih sempat membaca Koran yang memberi informasi seputar ponsel-ponsel dipasaran. Informasi ini memang ku butuhkan karena minggu depan aku berencana membeli sebuah handphone sebagai pengganti ponselku yang sudah tidak dapat menampung kebutuhan ku lagi akan dunia cyber yang semakin menggila. Dan aku juga menulis beberapa hal yang berputar dikepalaku. Kata-kata itu memang membutuhkan tempat untuk menampung mereka atau mereka akan terlantar dan mati kelaparan. Mari ku tempatkan kalian disini diantara tuts – tuts keyboardku dan di ujung jari jariku yang menari mengiringi kalian J.

“Pagi hari tadi aku begitu malas beranjak dari kasur. Memikirkan satu hari lagi dalam kebosanan tanpa dirinya disampingku. 2 bulan ini benar benar bulan yang tidak cukup menyenangkan. Aku tertampar oleh kenyataan dan dibangunkan paksa dari mimpi indahku. Menyadari bahwa dia telah lama menghilang dan aku masih mencintainya. Dan berdekatan dengan orang lain hanya membuatku semakin mengejar bayangan dirinya didalam diri mereka. Sudah lebih dari 1 tahun sejak kepergiannya dan aku masih mencoba merangkak mencari air yang bisa membuat dahagaku akan cinta terpenuhi. Namun rantai rasa atas dirinya mengikat diriku kuat, semakin ku tarik diriku berusaha melepaskan diri semakin terluka diriku.namun tak kunjung terlepas juga diriku.entah dimana kunci rantai ini ada yang tau?…………….

 Dibawah langit diselimuti bintang dan ditemani bulan pada malam hari, dihibur oleh pohon pohon yang menari tertiup angin dan awan – awan yang berkejaran menggoda matahari disiang hari dan sapaan matahari serta kesegaran udara dipagi hari.  Aku terbaring tak berdaya kelelahan, tak ada tenaga lagi untuk lepas dari jerat rantai ini, jiwaku semakin mendingin dan harapan yang tersisapun semakin menipis. Aku mengadah dan berdoa berharap terdengar oleh Penguasaku, “kumohon lepaskan aku dari jerat ini, tenagaku telah habis, harapanku menipis, sebentar lagi ketika harapanku mati maka aku tak memiliki apa apa lagi untuk bertahan. Penguasaku aku diriku bukan apa apa tanpamu, aku hidupku telah hampir berakhir bersama harapanku untuk terlepas dari jerat ini . kumohon padamu berikan yang terbaik bagiku. Bila memang ini adalah jalanku untuk tertidur dalam kematian bersama kematian harapanku maka ampunilah aku yang telah terlampau kelelahan untuk melukai diriku lagi agar terlepas dari jerat ini. Dan bila jalanku adalah terlepas dari jerat ini maka kuatkan diriku atau kirim tukang kunci untuk membuka rantai ini, aku tau Penguasaku dirimu sangat menyayangiku maka hangatkan aku dalam kedinginan jiwa ini, biarkan kematian ataupun kebebasan kuraih dalam kehangantan KasihMu”

Dan aku terlelap tidur begitu nyeyak tanpa gangguan entah apa yang terjadi setelah aku terbangun nanti…….. tapi itu selalu jadi yang terbaik bagi ku atas kehendak Penguasaku J……..

patah hati

March 14th, 2008 by dvii

patah hati.. topik yang menjemukan untuk diperbincangkan.. tapi beberapa saat lalu temanku mengirim sebuah pesan singkat dia patah hati dan bertanya padaku apa yang harus dia lakukan…

aku terdiam cukup lama sampai dia mengirim pesan lagi menanyakan apakah aku sedang sibuk..

aku berpikir tentang diriku aku pernah mengalaminya 3 kali yang pertama butuh waktu 3 tahun yang kedua 3 bulan dan yang ketiga aku lupa berapa lama..

pada yang pertama dan kedua aku menemukan orang lain atau mencari orang lain. namun yang ketiga aku tak menemukan sapapun yang kutemukan adalah diriku sendiri..

aku tersenyum memikirkannya. aku masih begitu mencintai dirinya tapi aku telah merelakan semua hingga tak ada lagi duka dihatiku ketika kusadar dia tidak ada bersamaku.

mungkin itu jalan yang terbaik untuk mengobati patah hati..

tak ada yang kusesali, semua terlalu berharga untuk disesali, tak ada yang kusalahkan karena ini bukan tentang salah atau benar, aku masih berusaha mencintainya dengan baik, masih berusaha memahaminya, tapi aku melepaskan semua harapanku mungkin aku kembali kepada hukum dasar mencintai " tidak ada harapan, tidak ada nafsu, tidak ada keinginan yang ada hanya pemberian dari kebaikan hati "

tapi tiap orang punya cara berbedakan………

kebahagiaan kecil

February 13th, 2008 by dvii

bahagia rasanya menikmati waktu seperti ini

mendengarmu memanggil dodoridodorido

terlalu panjang untuk namaku yang kupikir cukup singkat

mendengar ceritamu yang panjang lebar

menjawab pertanyaan - pertanyaan yang kadang terdengar konyol

menikmati canda tanpa beban

kadang begitu lucu ketika aku melihat diriku mencoba menjelaskan sesuatu kepadamu dan kau tak juga mengerti dan terus bertanya

kau yang begitu sederhana dalam kepolosan seorang anak - anak

namun kadang begitu dewasa saat melindungi keluargamu

yang begitu mencintai kesederhanaan dan keindahan

kebahagiaan kecil ini berarti bagiku walau tak pernah kukatakan

karena aku tak pernah tau bagaimana caranya mengatakan padamu

terima kasih Tuhan atas bahagia ini

untuk temanku

January 30th, 2008 by dvii

Ketika kata cinta memudar oleh kesalahan – kesalahan mencinta

Ketika amarah menutup mata dari keindahan cinta

Ketika kata mengerti seakan tak lagi berguna

Ego hanya sedikit bumbu tuk berpaling

Dan jalan kembali seakan tertutp portal – portal pertanyaan

Pertanyaan bodoh yang melepas satu genggaman dari hati yang mencinta

Semua menjadi semakin memusingkan

Ego dan tanya kuasai diri membentuk amarah

Aku mulai muak…..

Bisa kah kau peluk aku bisakah kita kembali sebentar saja

Kembali kemasa senyuman sepenuhnya milik kita

Kembali ke masa kebebasan merpati bersama jiwa kita

Aku mencintaimu… masih mencintaimu

Hanya saja aku tak tau dimana letak cinta itu sekarang

Aku tak tau dimana letak bahagia kita yang lalu

Benarkah kita terlalu ego untuk selalu bersama

Benarkah kita terlalu lemah tuk saling miliki

Yakinkan aku ini hanya mimpi buruk kita

Yakinkan aku besok saat ku bangun hatimu kembali disisiku

Aku mencintaimu bahkan disaat aku tak tau caranya

Aku merindukan dirimu

Ku mohon kembalilah

Bisakah kita kembali

Bisakah waktu kembali

Bisakah cinta ini bertahan

Aku sedang menunggu jawabmu disini…….

Untuk temanku…. kuharap semua menjadi lebih baik untuk kalian…. Tuhan selalu dekat dengan umatnya dan kasih menjadi jalan terang ketika diiringi dengan kebijaksanaan dan kebaikan…. sayangi pasanganmu seperti kamu menyayangi dirimu… lihat dirimu dimatanya dan biarkan dia melihat dirinya dimatamu… bertelanjanglah dalam kepolosan biar kalian saling mengenal satu sama lain dalam ketidakberdayaan… semoga kalian meluaskan hati dalam kebermaknaan mengasihi… Tembok_fix

lamunan senin pagi 210108

January 21st, 2008 by dvii

Aku terduduk dibangku belakang sebuah sedan coklat yang melaju lambat terhambat kemacetan ibu kota yang selalu menggerayangi pagi hari, rasanya masih terlalu pagi untuk beranjak dari rumah matakupun masih terlalu berat untuk terbuka.

Hmmm… teleponku berdering lagi.. dari kantor menanyakan keberadaanku.. dengan malas ku angkat mengatakan aku masih dijalan merayapi aspal yang mulai terbakar fajar. Kupaksakan mataku untuk terbuka lebar memperhatikan jalanan yang disesaki pemburu waktu sama sepertiku. Kulihat langit berusaha mengalihkan perhatian dari jemu kemacetan. Aku menyukai langit dari dulu aku menyukainya, memang ada saat – saat dimana aku tidak ingin menatapnya.

Yach hubunganku dengan langit bia dibilank seperti hubungan pasangan yang sudah lama bersama. Aku menyukainya, mencintainya, mengaguminya, merindukannya, ingin terus bersamanya, membencinya, dan ingin berlari darinya karena bosan semua menjadi satu. Tapi bagaimanapun keadaan langit aku suka saat bisa menikmatiya walau sesaat.

Aku suka ketika awan membentuk diri bagaikan coretan kuas pelukis abstrak yang begitu indah dengan paduan warna yang sempurna ketika fajar,siang dan senja.

Aku suka ketika air mata langit membasahi lekuk wajahku dan menembus helai kain yang kubalutkan menutupi tubuhku, menyentuhku perlahan tetes demi tetes terasa begitu dingin dan kemudian muncul rasa yang berbeda dihatiku tergantung keadaan. Saat aku bahagia rasanya menyegarkan dan saat aku sedih rasanya memilukan.

Aku suka ketika petir membelah langit menunjukan keperkasaannya disambut teriakan kemarahannya, terdengar menakutkan.

Bila malam muncul aku suka ketika bintang menempatkan dirinya diantara kegelapan seperti sebuah harapan, lalu mereka membentuk formasi seakan ingin bercerita tentang diri mereka.

Lalu aku teringat tentang dia,wanita yang telah mencuri seluruh hatiku dan meninggalkanku tanpa hati karena dia membawanya serta.

Kini kujalani hidupku sendiri tanpanya tanpa kehadirannya. Namun entah mengapa aku merasa tidak kesepian atas kesendirianku. Kenangannya menemaniku senyumannya menghiasi langit yang menjadi kekasih gelapku.

Ada saat dimana aku merasa begitu marah atas kepergiannya. Aku menjadi begitu terobsesi untuk memilikinya dan aku menjadi begitu egois untuk bersamanya. Dan masa itu berlalu tersisalah aku disini yang tetap begitu mencintainya.

Aku mulai berpikir sedang apa dia mungkin sedang tidur, dia tidak biasa bangun sepagi ini. entah mengapa aku mulai berbicara pada Tuhanku, meminta sedikit belas kasihnya atas diriku yang nista ini.

“Tuhan bahagiakan dia.. seandainya nanti aku bertemu dengannya semoga senyuman yang kulihat diwajahnya.. aku telah menjadi orang yang tak pantas dengan semua ego dan amarahku.. maafkan aku Tuhan.. aku memang tak pantas untuknya maka berikan apa yang pantas untuknya.. Tuhan terima kasih atas semua kasihmu.. dan terima kasih atas pertemuan dan perpisahan ini.. aku percaya atas rencanamulah yang terbaik.. maka perpisahan inipun akan menjadi yang terbaik bagi ku.. amien”

Hah akhirnya sampai juga meja dan kursi sudah siap untuk rapat panjang hari ini.. saatnya mengeluarkan i-bot dari kandangnya memberinya sedikit kejutan listrik untuk mengisi perutnya sebelum bekerja. Sudah jam 8.30 dia pasti sudah bangun dan sedang makan pagi. Semoga hari ini indah untuknya dan diriku amien.

obrolan sabtu sore di c’tu

January 21st, 2008 by dvii

Beberapa waktu lalu aku berdebat dengan seorang teman baikku. Perdebatan kami seputar sifat kerasku yang angkuh ketika kita membahas tentang hati. Dihampir setiap kalimat yang kulontarkan kan aku selalu memulainya dengan kata “ya menurut pemikirannya …..” atau “ ya logiknya sech ….” Sampai pada satu titik dia berkata “ kalo logiknya gitu,terus hatinya gimana ?” aku masih tetap keras dengan berkata “ya hubungan itu mesti logiklah kalo ikutin hati ga akan kelar” Dia hanya tertawa dan dia bilank “ kalo hubungan mesti logic kaya kata lo terus ngapain lo masih duduk disini, napa ga lo kejar cewe tadi” aku diam saja dan dia melanjutkan “ karena lo masih sayang kan lo belum bisa ngebuka hati lo buat orang lain karena hati lo masih buat dia kan, padahal itu ga logic dia dah ga ada terus apa lagi mau lo” aku semakin terdiam ku hisap rokokku dalam – dalam kalimat itu begitu dalam menohokku. Aku masih begitu mencintainya, aku masih begitu merindukannya walau aku tau dia sudah tak ada dan tak peduli. Terdengar bodoh dalam logikaku. Tak masuk diakal rasanya yang kulakukan sekarang menjalani hidup sendiri ketika aku bisa bersama orang lain yang mungkin lebih baik dari dia. Ini seperti saat kita begitu menyayangi sesuatu lalu kehilangan hal itu dan kita tak ingin memiliki yang lain karena tidak ingin menggantikanya karena kita pikir tak ada yang bisa menggantikan. Dan kita membiarkan diri kita hidup bersama kenangan akan dirinya. Logikaku berkata ini bodoh, pengalamanku juga berkata ini salah. Kita bisa saja tetap mengenangnya dan mencari orang lain bukan sebagai pengganti tapi hanya untuk meneruskan hidup. Tapi seperti kata temanku “ kalo logiknya gitu,terus hatinya gimana ?” kurasa hatiku berbeda hati ini masih mencintainya walau apa yang terjadi.

cerita seputar persidangan

January 15th, 2008 by dvii

palu diketuk kencang mengagetkan yang termenung dikursi belakang itu aku sedang menerawangkan pikiranku memikirkan sedang apa dirinya disana…… 6 tahun itu vonis yang dijatuhkan hakim…. tak berapa lama pintu terbuka seorang wanita dan anaknya yang kecil masuk mendatangi terdakwa yang melangkah gontai keluar ruangan setelah mereka berbicara si wanita menangis….

anak kecil yang tak tau apa yang terjadi hanya bertanya ayah mama kenapa kok nangis…. menyedihkan si ayah terdiam tak berbicara… kesalahannya memang fatal alasannya juga klise… ekonomi…

lalu si ayah beranjak ketika seseorang memanggil namanya.. ayah mau kemana tanya sang anak polos dan begitu lugu si ibu masih terus menangis… si ayah tak lagi berkata dia memeluk anaknya dan istrinya erat dan penuh kasih…

setelah itu dia melangkah pergi disodor kannya tangannya untuk di ikat kebebasannya sekali lagi oleh borgol…

menyedihkan memang enta apa yang terjadi dalam 6 tahun kedepan sepeti apa sang anak dan seperti apa kesetiaan sang ibu…….

tahun baru 2008

January 1st, 2008 by dvii

ketika petasan di nyalakan dipenjuru langit

membuatnya tampak begitu gemerlap

ketika suara trompet memekakkan telinga

suara teriakan kegembiraan terdengar dipenjuru kota

seorang gadis menangis……

aku bertanya kenapa…….

dia bersedih atas semua kegembiraan itu bersedih atas kemegahan..

akupun merasakan hal yang sama…. walau tak mampu terungkap olehku…

uang dibakar beramai - ramai oleh mereka yang memilikinya…

tapi mereka lupa makna sebenarnya waktu makna sebuah kata bahagia dan bergembira….

sungguh menyedihkan dunia yang kulihat, yang gadis itu lihat…

dan tak kami pungkiri ditengah merekalah kami hidup…

semoga kebermaknaan kembali memaknai hidup kalian semua…

tahun baru hanya perhitungan waktu yang semakin mendesak pada penghabisan….

yang kupelajari tahun ini

December 30th, 2007 by dvii

cukup banyak pelajaran tahun ini………

tapi ada beberapa hal yang cukup berkesan tahun ini

pertemuanku dengan seorang wanita yang sangat luar biasa….

nyaris sempurna… yang akhirnya pergi dan mengajarkanku lebih banyak lagi tentang cinta dan hidup…

hidup kadang bisa begitu menggelitik sampai membuat kita tidak berhenti mentertawakan diri kita sendiri….

betapa seringnya kita mengusir dan tidak mempedulikan orang - orang yang mencintai kita mendorong mereka jauh - jauh untuk masuk kehidup kita yang kita anggap cukup menyedihkan ini, padahal ketika orang tahu umurnya tinggal sesaat maka tanpa sadar ketakutan terbesarnya bukanlah kematian tapi mati sendiri tanpa orang - orang yang mengasihinya, mati tanpa sempat melewati moment kecil kebahagiaan saat cinta memenuhi hidupnya.

betapa seringnya kita mencintai apa yang tak ada dan mentelantarkan apa yang kita miliki saat ini, mencoba memperbaiki semua yang telah lalu tanpa mempedulikan apa yang terbaik sekarang, mencoba membuktikan diri pada yang telah pergi padahal menolehpun mereka tidak dan membiarkan semua yang dimiliki sekarang menghilang. tdak ada yang perlu dibuktikan tidak ada yang perlu dinanti, cinta memang harus berkorban tapi pengorbanan itu harus cukup pantas.

betapa seringnya kita merasa begitu sakit karena kehilangan yang kta cinta, dan menyesali pertemuan serta pilihan yang kita buat. dan melupakan tanpa rasa sakit itu tanpa pertemuan dan tanpa pilihan kenangan manis yang lewat karena kebersamaan tak akan tertulis dan kenangan itu menjadikan kita lebih kuat, bahkan kadang tertawa sendiri, karena rasa bahagia itu tetap terasa walau hanya sebuah kenangan. tak ada yang abadi tapi sesaat bisa jadi berharga untk dimiliki

sebenarnya aku juga ga ngerayain tahun baru tapi aku merayakan apa yang kudapat tahun ini…….

dan untuk pu……….. makasih buat tahun yang indah ini

semakin dekat

December 6th, 2007 by dvii

semakin ku dekat melihatmu..

semakin ku tau tentang masa laluku..

semakin ku menyadari artinya…

kini ku tahu semua salahku..

dan kini ku tahu pantasku terbuang untuknya…

sakit rasanya tapi ini nyatanya

pikiran dan egoku telah mengusai hati menutup jiwa…

membutakan mata kebaikan…

terima kasih menyadarkanku….

terima kasih menggenggam tanganku saat ku tak sanggup berkata