Archive for December, 2007

yang kupelajari tahun ini

Sunday, December 30th, 2007

cukup banyak pelajaran tahun ini………

tapi ada beberapa hal yang cukup berkesan tahun ini

pertemuanku dengan seorang wanita yang sangat luar biasa….

nyaris sempurna… yang akhirnya pergi dan mengajarkanku lebih banyak lagi tentang cinta dan hidup…

hidup kadang bisa begitu menggelitik sampai membuat kita tidak berhenti mentertawakan diri kita sendiri….

betapa seringnya kita mengusir dan tidak mempedulikan orang - orang yang mencintai kita mendorong mereka jauh - jauh untuk masuk kehidup kita yang kita anggap cukup menyedihkan ini, padahal ketika orang tahu umurnya tinggal sesaat maka tanpa sadar ketakutan terbesarnya bukanlah kematian tapi mati sendiri tanpa orang - orang yang mengasihinya, mati tanpa sempat melewati moment kecil kebahagiaan saat cinta memenuhi hidupnya.

betapa seringnya kita mencintai apa yang tak ada dan mentelantarkan apa yang kita miliki saat ini, mencoba memperbaiki semua yang telah lalu tanpa mempedulikan apa yang terbaik sekarang, mencoba membuktikan diri pada yang telah pergi padahal menolehpun mereka tidak dan membiarkan semua yang dimiliki sekarang menghilang. tdak ada yang perlu dibuktikan tidak ada yang perlu dinanti, cinta memang harus berkorban tapi pengorbanan itu harus cukup pantas.

betapa seringnya kita merasa begitu sakit karena kehilangan yang kta cinta, dan menyesali pertemuan serta pilihan yang kita buat. dan melupakan tanpa rasa sakit itu tanpa pertemuan dan tanpa pilihan kenangan manis yang lewat karena kebersamaan tak akan tertulis dan kenangan itu menjadikan kita lebih kuat, bahkan kadang tertawa sendiri, karena rasa bahagia itu tetap terasa walau hanya sebuah kenangan. tak ada yang abadi tapi sesaat bisa jadi berharga untk dimiliki

sebenarnya aku juga ga ngerayain tahun baru tapi aku merayakan apa yang kudapat tahun ini…….

dan untuk pu……….. makasih buat tahun yang indah ini

semakin dekat

Thursday, December 6th, 2007

semakin ku dekat melihatmu..

semakin ku tau tentang masa laluku..

semakin ku menyadari artinya…

kini ku tahu semua salahku..

dan kini ku tahu pantasku terbuang untuknya…

sakit rasanya tapi ini nyatanya

pikiran dan egoku telah mengusai hati menutup jiwa…

membutakan mata kebaikan…

terima kasih menyadarkanku….

terima kasih menggenggam tanganku saat ku tak sanggup berkata

bangun

Thursday, December 6th, 2007

Bangun dari mimpi

Aku selalu berpikir semua akan membaik ketika kubiarkan waktu menyembuhkan kehilanganku dan kusadar tak banyak yang bisa dilakukan waktu untukku atas semua ini. Kusadari aku semakin terpuruk akan diriku sendiri membiarkan kesedihan ini menguasai seluruh bagian hidupku. Dalam setiap hembus napasku aku semakin tak bisa beranjak dari bayangmu. Sungguh menyedihkan rasanya akan semua ini.

Aku seperti robot yang terkena virus sehingga semua programku tak berfungsi baik karena setiap waktu virus itu semakin merenggut semua fungsi yang menjalankan hidupku. Ini harus disudahi. Dibongkar dan bila memang lebih baik diganti dengan yang lebih baik. Begitulah yang selalu kulakukan dalam pekerjaanku. Tidak membiarkan 1 kerusakan membuat kerusakan yang lain kadang lebih baik membuang atau menggati kerusakan itu untuk membuat yang lain berjalan baik

Kadang kita harus jatuh terjurang terdalam untuk berusaha bangkit berdiri karena ketika kita hanya berdiri disisi jurang itu kita tak pernah sadar betapa dalam bahaya diri kita saat itu.

Aku ingin melihat segalanya lebih jelas dan berhenti berpikir positif. Aku ingin merasakan sakit yang lebih dalam hingga aku harus mengganti semua sisi itu karena tak ada yang bisa diperbaiki lagi.

Karena telah lama kucoba memperbaiki semua ini. dan tak ada yang bisa ku perbaiki lagi saat ini.

Kau tak pernah peduli atau mungkin tak pernah mau peduli seperti katamu saat semua berakhir maka semua sudah berakhir.

Aku tak pernah tau seberapa sakitnya dirimu atas semua ini tapi aku tau diriku cukup sakit untuk melangkah pergi membiarkan semua berakhir seperti inginmu.

Ada saat dimana aku begitu menginginkanmu dalam hidupku. Saat semua begitu sulit untuk dilalui dan kau tak disana.

Ada saat dimana aku begitu merindukan senyummu hingga membuatku muak memandang langit yang selalu kucintai bahkan sebelum aku jatuh cinta padamu

Ada saat dimana aku memandangmu berharap kau menatapku dengan cara yang sama dan kau memalingkan wajahmu dariku.

Ada saat aku merasa harus menghentikan napas ini karena setiap ku menghembuskannya maka kau hadir diantaranya.

Ada saat aku tersenyum mengingatmu yang pernah menjadi bagian indah diriku dan hidupku.

Dan mungkin ini saat melepas semua tentang kita tentang mu dan aku.

Membiarkan semua tersimpan rapi disudut hatiku dan melangkah sekali lagi mencari arti yang tak pernah dapat kumengerti.

untuk wanitaku

Thursday, December 6th, 2007

Aku ingat ketika kita bertemu tak pernah ada rasa itu untukmu. Kau hanya sesosok wanita yang kukenal diantara sekian banyak wanita dalam hidupku. Dan waktu bergulir mendekatkan kita.

Aku ingat ketika kau memintaku pergi berulang kali dan aku tak pernah mau mempedulikannya karena disisimulah yang kuinginkan.

Aku ingat ketika ku tahu betapa kau mencintai dirinya dan aku tetap bertahan disana berharap kau sedikit memandangku tanpa sadar aku telah jatuh cinta.

Aku ingat ketika akhirnya kuberanikan diri memintamu bersamaku walau kutahu hatimu begitu dipenuhi cinta untuknya

Aku ingat ketika hari – hari bahagia yang kulalui saat menjadi bagian hidupmu.

Aku ingat semua amarah, sakit dan keegoisan diri saat kita bersama.

Aku ingat ketika aku begitu lelah mendengar usiranmu yang membuatku ingin segera berlari.

Aku ingat lagu yang kunyanyikan untukmu dimalam ulang tahunmu

Aku ingat ciuman pertama kita karena obat flu yang kau minum

Aku ingat betapa sedihnya aku ketika kau memutuskan untuk pergi.

Aku ingat ketika aku melalui hari – hari mencoba berdiri mencari jalanku tanpamu

Dan aku ingat kau berkata kau tak akan pernah kembali.

Aku ingat aku tak lagi menyukai langit saat itu

Aku ingat aku tak lagi menyukai tempat favorit ku karena mengingatku akan hari kita disana.

Semua begitu terukir jelas diingatanku.

Dan semua harus kusimpan dalam sekarang.

Kepada wanitaku :

Jangan bersedih wanitaku.. aku selalu mencintaimu..

Walau ku tau cintamu bukan untukku..

Senyum itu tawa itu pelukan itu tersimpan rapi disudut hatiku..

Waktuku telah melukaiku dan waktuku telah membahagiakanku..

Tak ada yang lebih indah dari kenangan sesaat itu kenangan yang mengusai jiwaku..

Mungkin semua telah berakhir dan semua telah terhapus diingatanmu..

Namun tidak bagiku..

Aku terlampau mencintaimu untuk menghapusnya dari diriku..

Rasa bahagia itu terlalu sempurna untuk tergantikan oleh waktu..

Kini kumelangkah pergi menjauh darimu..

Bukan karena aku telah berhenti mencinta…

Tapi karena aku tau inilah yang terbaik untukmu..

Begitu menyebalkan ketika aku harus bersusah payah menjadi begitu bijak melepasmu.

Tapi akan lebih menyebalkan ketika aku berusaha menjadi seseorang bagimu lagi.

Biarlah waktu membawamu kepadanya sekali lagi kepada dia yang kau cinta.

Dan biarlah aku memandang senyummu dari kejauhan.