Archive for January, 2008

untuk temanku

Wednesday, January 30th, 2008

Ketika kata cinta memudar oleh kesalahan – kesalahan mencinta

Ketika amarah menutup mata dari keindahan cinta

Ketika kata mengerti seakan tak lagi berguna

Ego hanya sedikit bumbu tuk berpaling

Dan jalan kembali seakan tertutp portal – portal pertanyaan

Pertanyaan bodoh yang melepas satu genggaman dari hati yang mencinta

Semua menjadi semakin memusingkan

Ego dan tanya kuasai diri membentuk amarah

Aku mulai muak…..

Bisa kah kau peluk aku bisakah kita kembali sebentar saja

Kembali kemasa senyuman sepenuhnya milik kita

Kembali ke masa kebebasan merpati bersama jiwa kita

Aku mencintaimu… masih mencintaimu

Hanya saja aku tak tau dimana letak cinta itu sekarang

Aku tak tau dimana letak bahagia kita yang lalu

Benarkah kita terlalu ego untuk selalu bersama

Benarkah kita terlalu lemah tuk saling miliki

Yakinkan aku ini hanya mimpi buruk kita

Yakinkan aku besok saat ku bangun hatimu kembali disisiku

Aku mencintaimu bahkan disaat aku tak tau caranya

Aku merindukan dirimu

Ku mohon kembalilah

Bisakah kita kembali

Bisakah waktu kembali

Bisakah cinta ini bertahan

Aku sedang menunggu jawabmu disini…….

Untuk temanku…. kuharap semua menjadi lebih baik untuk kalian…. Tuhan selalu dekat dengan umatnya dan kasih menjadi jalan terang ketika diiringi dengan kebijaksanaan dan kebaikan…. sayangi pasanganmu seperti kamu menyayangi dirimu… lihat dirimu dimatanya dan biarkan dia melihat dirinya dimatamu… bertelanjanglah dalam kepolosan biar kalian saling mengenal satu sama lain dalam ketidakberdayaan… semoga kalian meluaskan hati dalam kebermaknaan mengasihi… Tembok_fix

lamunan senin pagi 210108

Monday, January 21st, 2008

Aku terduduk dibangku belakang sebuah sedan coklat yang melaju lambat terhambat kemacetan ibu kota yang selalu menggerayangi pagi hari, rasanya masih terlalu pagi untuk beranjak dari rumah matakupun masih terlalu berat untuk terbuka.

Hmmm… teleponku berdering lagi.. dari kantor menanyakan keberadaanku.. dengan malas ku angkat mengatakan aku masih dijalan merayapi aspal yang mulai terbakar fajar. Kupaksakan mataku untuk terbuka lebar memperhatikan jalanan yang disesaki pemburu waktu sama sepertiku. Kulihat langit berusaha mengalihkan perhatian dari jemu kemacetan. Aku menyukai langit dari dulu aku menyukainya, memang ada saat – saat dimana aku tidak ingin menatapnya.

Yach hubunganku dengan langit bia dibilank seperti hubungan pasangan yang sudah lama bersama. Aku menyukainya, mencintainya, mengaguminya, merindukannya, ingin terus bersamanya, membencinya, dan ingin berlari darinya karena bosan semua menjadi satu. Tapi bagaimanapun keadaan langit aku suka saat bisa menikmatiya walau sesaat.

Aku suka ketika awan membentuk diri bagaikan coretan kuas pelukis abstrak yang begitu indah dengan paduan warna yang sempurna ketika fajar,siang dan senja.

Aku suka ketika air mata langit membasahi lekuk wajahku dan menembus helai kain yang kubalutkan menutupi tubuhku, menyentuhku perlahan tetes demi tetes terasa begitu dingin dan kemudian muncul rasa yang berbeda dihatiku tergantung keadaan. Saat aku bahagia rasanya menyegarkan dan saat aku sedih rasanya memilukan.

Aku suka ketika petir membelah langit menunjukan keperkasaannya disambut teriakan kemarahannya, terdengar menakutkan.

Bila malam muncul aku suka ketika bintang menempatkan dirinya diantara kegelapan seperti sebuah harapan, lalu mereka membentuk formasi seakan ingin bercerita tentang diri mereka.

Lalu aku teringat tentang dia,wanita yang telah mencuri seluruh hatiku dan meninggalkanku tanpa hati karena dia membawanya serta.

Kini kujalani hidupku sendiri tanpanya tanpa kehadirannya. Namun entah mengapa aku merasa tidak kesepian atas kesendirianku. Kenangannya menemaniku senyumannya menghiasi langit yang menjadi kekasih gelapku.

Ada saat dimana aku merasa begitu marah atas kepergiannya. Aku menjadi begitu terobsesi untuk memilikinya dan aku menjadi begitu egois untuk bersamanya. Dan masa itu berlalu tersisalah aku disini yang tetap begitu mencintainya.

Aku mulai berpikir sedang apa dia mungkin sedang tidur, dia tidak biasa bangun sepagi ini. entah mengapa aku mulai berbicara pada Tuhanku, meminta sedikit belas kasihnya atas diriku yang nista ini.

“Tuhan bahagiakan dia.. seandainya nanti aku bertemu dengannya semoga senyuman yang kulihat diwajahnya.. aku telah menjadi orang yang tak pantas dengan semua ego dan amarahku.. maafkan aku Tuhan.. aku memang tak pantas untuknya maka berikan apa yang pantas untuknya.. Tuhan terima kasih atas semua kasihmu.. dan terima kasih atas pertemuan dan perpisahan ini.. aku percaya atas rencanamulah yang terbaik.. maka perpisahan inipun akan menjadi yang terbaik bagi ku.. amien”

Hah akhirnya sampai juga meja dan kursi sudah siap untuk rapat panjang hari ini.. saatnya mengeluarkan i-bot dari kandangnya memberinya sedikit kejutan listrik untuk mengisi perutnya sebelum bekerja. Sudah jam 8.30 dia pasti sudah bangun dan sedang makan pagi. Semoga hari ini indah untuknya dan diriku amien.

obrolan sabtu sore di c’tu

Monday, January 21st, 2008

Beberapa waktu lalu aku berdebat dengan seorang teman baikku. Perdebatan kami seputar sifat kerasku yang angkuh ketika kita membahas tentang hati. Dihampir setiap kalimat yang kulontarkan kan aku selalu memulainya dengan kata “ya menurut pemikirannya …..” atau “ ya logiknya sech ….” Sampai pada satu titik dia berkata “ kalo logiknya gitu,terus hatinya gimana ?” aku masih tetap keras dengan berkata “ya hubungan itu mesti logiklah kalo ikutin hati ga akan kelar” Dia hanya tertawa dan dia bilank “ kalo hubungan mesti logic kaya kata lo terus ngapain lo masih duduk disini, napa ga lo kejar cewe tadi” aku diam saja dan dia melanjutkan “ karena lo masih sayang kan lo belum bisa ngebuka hati lo buat orang lain karena hati lo masih buat dia kan, padahal itu ga logic dia dah ga ada terus apa lagi mau lo” aku semakin terdiam ku hisap rokokku dalam – dalam kalimat itu begitu dalam menohokku. Aku masih begitu mencintainya, aku masih begitu merindukannya walau aku tau dia sudah tak ada dan tak peduli. Terdengar bodoh dalam logikaku. Tak masuk diakal rasanya yang kulakukan sekarang menjalani hidup sendiri ketika aku bisa bersama orang lain yang mungkin lebih baik dari dia. Ini seperti saat kita begitu menyayangi sesuatu lalu kehilangan hal itu dan kita tak ingin memiliki yang lain karena tidak ingin menggantikanya karena kita pikir tak ada yang bisa menggantikan. Dan kita membiarkan diri kita hidup bersama kenangan akan dirinya. Logikaku berkata ini bodoh, pengalamanku juga berkata ini salah. Kita bisa saja tetap mengenangnya dan mencari orang lain bukan sebagai pengganti tapi hanya untuk meneruskan hidup. Tapi seperti kata temanku “ kalo logiknya gitu,terus hatinya gimana ?” kurasa hatiku berbeda hati ini masih mencintainya walau apa yang terjadi.

cerita seputar persidangan

Tuesday, January 15th, 2008

palu diketuk kencang mengagetkan yang termenung dikursi belakang itu aku sedang menerawangkan pikiranku memikirkan sedang apa dirinya disana…… 6 tahun itu vonis yang dijatuhkan hakim…. tak berapa lama pintu terbuka seorang wanita dan anaknya yang kecil masuk mendatangi terdakwa yang melangkah gontai keluar ruangan setelah mereka berbicara si wanita menangis….

anak kecil yang tak tau apa yang terjadi hanya bertanya ayah mama kenapa kok nangis…. menyedihkan si ayah terdiam tak berbicara… kesalahannya memang fatal alasannya juga klise… ekonomi…

lalu si ayah beranjak ketika seseorang memanggil namanya.. ayah mau kemana tanya sang anak polos dan begitu lugu si ibu masih terus menangis… si ayah tak lagi berkata dia memeluk anaknya dan istrinya erat dan penuh kasih…

setelah itu dia melangkah pergi disodor kannya tangannya untuk di ikat kebebasannya sekali lagi oleh borgol…

menyedihkan memang enta apa yang terjadi dalam 6 tahun kedepan sepeti apa sang anak dan seperti apa kesetiaan sang ibu…….

tahun baru 2008

Tuesday, January 1st, 2008

ketika petasan di nyalakan dipenjuru langit

membuatnya tampak begitu gemerlap

ketika suara trompet memekakkan telinga

suara teriakan kegembiraan terdengar dipenjuru kota

seorang gadis menangis……

aku bertanya kenapa…….

dia bersedih atas semua kegembiraan itu bersedih atas kemegahan..

akupun merasakan hal yang sama…. walau tak mampu terungkap olehku…

uang dibakar beramai - ramai oleh mereka yang memilikinya…

tapi mereka lupa makna sebenarnya waktu makna sebuah kata bahagia dan bergembira….

sungguh menyedihkan dunia yang kulihat, yang gadis itu lihat…

dan tak kami pungkiri ditengah merekalah kami hidup…

semoga kebermaknaan kembali memaknai hidup kalian semua…

tahun baru hanya perhitungan waktu yang semakin mendesak pada penghabisan….