051108
Musim penghujan telah tiba dari balik jendela besar disudut ruangan kantorku tampak langit begitu gelap padahal waktu masih menunjukkan jam ½ 10 pagi, sesekali terlihat kilatan cahaya yang begitu menciutkan nyali disertai gelegar gemuruh yang menbuat sapapun pendengarnya merasa patut bersembunyi atau berhenti mengeluarkan kata. Ku putar lagu ditelingaku menyarukan suara gemuruh yang membuat konsentrasi selalu membuyar setiap kali suaranya melintasi ruangan membuat gema dan getaran yang begitu menakutkan seakan membuatku merasa sebaiknya aku naik kekasur, bersembunyi dibalik selimut dan menutup kelapaku dengan bantal.
Semua lebih tenang sekarang alunan lagu ini menenangkanku walau setiap kali ku arahkan mataku kearah jendela aku tau bahwa badai diluar sana belum usai. Tadi didalam sini dibelakang meja semua tampak tenang bagiku. Alunan lagu, sinar monitor dan pikiran yang terpaku membuat semua yang terjadi diluar sana seakan tak lagi berarti.
Tak banyak yang kukerjakan hari ini bahkan aku masih sempat membaca Koran yang memberi informasi seputar ponsel-ponsel dipasaran. Informasi ini memang ku butuhkan karena minggu depan aku berencana membeli sebuah handphone sebagai pengganti ponselku yang sudah tidak dapat menampung kebutuhan ku lagi akan dunia cyber yang semakin menggila. Dan aku juga menulis beberapa hal yang berputar dikepalaku. Kata-kata itu memang membutuhkan tempat untuk menampung mereka atau mereka akan terlantar dan mati kelaparan. Mari ku tempatkan kalian disini diantara tuts – tuts keyboardku dan di ujung jari jariku yang menari mengiringi kalian J.
“Pagi hari tadi aku begitu malas beranjak dari kasur. Memikirkan satu hari lagi dalam kebosanan tanpa dirinya disampingku. 2 bulan ini benar benar bulan yang tidak cukup menyenangkan. Aku tertampar oleh kenyataan dan dibangunkan paksa dari mimpi indahku. Menyadari bahwa dia telah lama menghilang dan aku masih mencintainya. Dan berdekatan dengan orang lain hanya membuatku semakin mengejar bayangan dirinya didalam diri mereka. Sudah lebih dari 1 tahun sejak kepergiannya dan aku masih mencoba merangkak mencari air yang bisa membuat dahagaku akan cinta terpenuhi. Namun rantai rasa atas dirinya mengikat diriku kuat, semakin ku tarik diriku berusaha melepaskan diri semakin terluka diriku.namun tak kunjung terlepas juga diriku.entah dimana kunci rantai ini ada yang tau?…………….
Dibawah langit diselimuti bintang dan ditemani bulan pada malam hari, dihibur oleh pohon pohon yang menari tertiup angin dan awan – awan yang berkejaran menggoda matahari disiang hari dan sapaan matahari serta kesegaran udara dipagi hari. Aku terbaring tak berdaya kelelahan, tak ada tenaga lagi untuk lepas dari jerat rantai ini, jiwaku semakin mendingin dan harapan yang tersisapun semakin menipis. Aku mengadah dan berdoa berharap terdengar oleh Penguasaku, “kumohon lepaskan aku dari jerat ini, tenagaku telah habis, harapanku menipis, sebentar lagi ketika harapanku mati maka aku tak memiliki apa apa lagi untuk bertahan. Penguasaku aku diriku bukan apa apa tanpamu, aku hidupku telah hampir berakhir bersama harapanku untuk terlepas dari jerat ini . kumohon padamu berikan yang terbaik bagiku. Bila memang ini adalah jalanku untuk tertidur dalam kematian bersama kematian harapanku maka ampunilah aku yang telah terlampau kelelahan untuk melukai diriku lagi agar terlepas dari jerat ini. Dan bila jalanku adalah terlepas dari jerat ini maka kuatkan diriku atau kirim tukang kunci untuk membuka rantai ini, aku tau Penguasaku dirimu sangat menyayangiku maka hangatkan aku dalam kedinginan jiwa ini, biarkan kematian ataupun kebebasan kuraih dalam kehangantan KasihMu”
Dan aku terlelap tidur begitu nyeyak tanpa gangguan entah apa yang terjadi setelah aku terbangun nanti…….. tapi itu selalu jadi yang terbaik bagi ku atas kehendak Penguasaku J……..