bangun
December 6th, 2007 by dviiBangun dari mimpi
Aku selalu berpikir semua akan membaik ketika kubiarkan waktu menyembuhkan kehilanganku dan kusadar tak banyak yang bisa dilakukan waktu untukku atas semua ini. Kusadari aku semakin terpuruk akan diriku sendiri membiarkan kesedihan ini menguasai seluruh bagian hidupku. Dalam setiap hembus napasku aku semakin tak bisa beranjak dari bayangmu. Sungguh menyedihkan rasanya akan semua ini.
Aku seperti robot yang terkena virus sehingga semua programku tak berfungsi baik karena setiap waktu virus itu semakin merenggut semua fungsi yang menjalankan hidupku. Ini harus disudahi. Dibongkar dan bila memang lebih baik diganti dengan yang lebih baik. Begitulah yang selalu kulakukan dalam pekerjaanku. Tidak membiarkan 1 kerusakan membuat kerusakan yang lain kadang lebih baik membuang atau menggati kerusakan itu untuk membuat yang lain berjalan baik
Kadang kita harus jatuh terjurang terdalam untuk berusaha bangkit berdiri karena ketika kita hanya berdiri disisi jurang itu kita tak pernah sadar betapa dalam bahaya diri kita saat itu.
Aku ingin melihat segalanya lebih jelas dan berhenti berpikir positif. Aku ingin merasakan sakit yang lebih dalam hingga aku harus mengganti semua sisi itu karena tak ada yang bisa diperbaiki lagi.
Karena telah lama kucoba memperbaiki semua ini. dan tak ada yang bisa ku perbaiki lagi saat ini.
Kau tak pernah peduli atau mungkin tak pernah mau peduli seperti katamu saat semua berakhir maka semua sudah berakhir.
Aku tak pernah tau seberapa sakitnya dirimu atas semua ini tapi aku tau diriku cukup sakit untuk melangkah pergi membiarkan semua berakhir seperti inginmu.
Ada saat dimana aku begitu menginginkanmu dalam hidupku. Saat semua begitu sulit untuk dilalui dan kau tak disana.
Ada saat dimana aku begitu merindukan senyummu hingga membuatku muak memandang langit yang selalu kucintai bahkan sebelum aku jatuh cinta padamu
Ada saat dimana aku memandangmu berharap kau menatapku dengan cara yang sama dan kau memalingkan wajahmu dariku.
Ada saat aku merasa harus menghentikan napas ini karena setiap ku menghembuskannya maka kau hadir diantaranya.
Ada saat aku tersenyum mengingatmu yang pernah menjadi bagian indah diriku dan hidupku.
Dan mungkin ini saat melepas semua tentang kita tentang mu dan aku.
Membiarkan semua tersimpan rapi disudut hatiku dan melangkah sekali lagi mencari arti yang tak pernah dapat kumengerti.